Sabtu, 29 Oktober 2011

Perkembangan Olahraga

Dalam sejarah dan perkembangan olahraga di Indonesia kita akan dapat menarik suatu garis yang kian lama kian menanjak. Masyarakat Indonesia yang dinamis akan mengakui bahwa persekutuan hidup itu hidup dan tidak hanya mengalami pengaruh pikiran dan kemampuan manusia individu saja bahkan juga mengalami pengaruh zaman dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern seperti sekarang ini.
Olahraga memberi kesempatan yang sangat baik untuk menyalurkan tenaga dengan jalan yang baik di dalam lingkungan persaudaraan dan persahabatan untuk persatuan yang sehat dan suasana yang akrab dan gembira.
Tetapi kini kita menghadapi kubu-kubu yang kuat baik yang merupakan alam pikiran, sikap hidup, tradisi dan kebiasaan yang semuanya adalah peninggalan penjajahan ditambah dengan feodalisme semenjak 350 tahun yang lalu. Dan kadang-kadang kubu-kubu itu tidak dapat kita lihat tetapi dapat kita rasakan karena sembunyi di dalam diri manusia.
Karena itu kita harus menyelami alam pikiran pandangan dan sikap seseorang untuk dapat membantu dia membuang sisa-sisa penjajahan yang masih bersarang dalam dirinya untuk secara sadar membantu gerakan olahraga.
Dalam hal ini prestasilah yang memegang peranan dan merupakan factor yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Prestasi yang kita miliki selain mengangkat nama dan mengharumkan derajat bangsa Indonesia di dunia, suatu prestasi yang tinggi oleh seorang olahragawan Indonesia dapat membangkitkan dalam diri warga Negara, rasa bangsa yang sebesar-besrnya, semangat kebangsaan yang menyala-nyala dan jiwa persatuan yang sehebat-hebatnya sehingga terbangkit kekuatan-kekuatan baru pada dirinya dan mempunyai hasrat yang benar untuk ikut di dalam gerakan keolahragaan.
2. Sejarah Sport dan Olahraga

Sport berasal dari bahasa Latin ”disportare” atau “deportare” dalam bahasa Itali”deporte” yang artinya penyenangan, pemeliharaan atau menghibur untuk bergembira. Dapatlak dikatakan bahwa sport ialah kesibukan manusia untuk menggebirakan diri sambil memelihara jasmaniah. Sedangkan antara sport dan bermain terdapat hubungan yang erat dan mempunyai sangkut paut yang bersifat strukturil, bahwa sport adalah sebuah bentuk dari bermain yang lebih sempurna. Tetapi tidaklah dikatakan bahwa semua bentuk bermain adalah sport. Sport adalah sesuatu yang terkembang dari bermain, merupakan hasil perpaduan dari :
a. Kebutuhan akan ketangkasan jasmani
b. Kebutuhan akan kesanggupan untuk mengatasi situasi
c. Kebutuhan akan mencapai nilai-nilai keindahan
d. Kebutuhan akan kegembiraan yang menyegarkan (rekreasi)
 
 
3. Sejarah Olympic Games, Olympiade Kuno

Untuk pertama kalinya pesta olahraga Olympiade dilangsungkan dalam tahun 776 SM sebagai penghormatan kepada dewa Yunani Zeus di kota Olympia di tepi sungai Alphecis Yunani.Olympiade Kuno ini dilakukan setiap 4 tahun sekali. Peserta dalam Olympiade kuno hanya untuk laki-laki, perempuan tidak diperkenankan. Pada tahun 394 SM Emperior dari Roma Theodosius Akbar yang berkuasa waktu itu menghentikan dan melarang pertandingan-pertandingan Olympiade Kuno tersebut.
Olympiade Modern
Pada bulan Juni 1894 seorang sarjana Perancis ahli sejarah dan Pendidikan bernama Baron Piere de Coubertin yang dilahirkan di Paris tanggal 1 Januari 1863 mengundang dan mengumpulkan wakil-wakil dari beberapa Negara untuk membentuk Olympiade Modern. Maka pada tanggal 23 Juni 1894 keputusan 15 negara untuk mengadakan Olympiade gaya baru dengan agenda pertandingan olahraga tiap 4 tahun sekali. Maka dengan ini pada tahun 1896 di Athena (Yunani) Olympiade Modern I di adakan kembali.
4. Indonesia dalam dunia Olahraga Internasional
Usaha untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia olahraga internasional dilakukan dengan jalan mengirimkan atlit-atlit kita ke Asian Games I di New Delhi pada tahun 1951 dan ke Olympic Games ke XV di Helsinki pada tahun 1952

Makanan dan Kesehatan tubuh


Ada beberapa hal yang mungkin anda belum tahu tentang nutrisi dan kesehatan:
  1. Stres dan makan; sebagian besar orang yang mengalami stres, khususnya rasa cemas cenderung meningkat nafsu makannya, terutama makan yang manis dan berlemak.
  2. Makanan untuk kesehatan tulang; selain susu berkalsium tinggi, sejumlah zat gizi lain juga baik untuk tulang antara lain keju, yoghurt, kacang-kacangan, sayuran hijau, salmon dan sardin.
  3. Bumbu anti infeksi; protein, vitamin dan mineral sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Di seputar dapur anda dapat menemukan sejumlah bumbu anti infeksi yaitu, bawang putih, bawang merah, bawang bombay dan daun bawang.
  4. Kenyataan tentang jus kemasan; rata-rata jus dijual dalam kemasan hanya mengandung 10 sampai 25% sari buah asli. Jadi sedapat mungkin minumlah jus yang dibuat dari buah segar.
  5. Keuntungan makan jeruk; satu buah jeruk memberikan asupan vitamin C lebih dari yang dibutuhkan dalam sehari. Selain itu masih ada kelebihan dari 10% kandungan asam folat, potasium dan serat. Nah agar daya tahan anda tinggi, makanlah jeruk setiap hari.
  6. Makanan pembakar lemak; menurut penelitian Dr. Neal Barnard ada sejumlah makanan yang berkhasiat untuk membakar lemak tubuh yaitu nanas, apel, jeruk, pisang, wortel, brokoli, bayam, kentang dan cabai.
  7. Manfaat lain vitamin C; mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin C bersama dengan makanan lain akan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan.
  8. Zat antioksidan pelawan penuaan dini; sayur dan buah yang kuat warnanya seperti hijau tua, merah, jingga, kuning mengandung berbagai zat yang dibutuhkan tubuh untuk sehat, wortel, ubi kuning dan labu kuning kaya zat antioksidan untuk menangkal penuaan dini

    Jenis Olahraga sesuaikan dengan kebutuhan

    Semua orang pasti sadar bahwa olah raga adalah aktivitas untuk melatih tubuh tidak secara jasmani saja tetapi juga rohani. Dengan berolah raga tubuh akan menjadi terlatih dan hasil yang dicapai tubuh menjadi sehat karena metabolisme di dalam tubuh berjalan secara optimal dan tubuh tidak akan gampang terkena penyakit.
    Berdasarkan fungsinya olah raga bisa dibagi menjadi 2 kelompok:
    1. Olah raga endurance
    Olah raga yang ditujukan untuk melatih ketahanan jantung dan paru-paru. Latihan-latihan pada kategori ini bermanfaat membakar kalori yang disertai dengan peningkatan aktivitas kerja jantung memompa darah, dan meningkatkan aktivitas paru-paru dalam menyuplai oksigen. Olah raga yang termasuk kategori ini antara lain: senam aerobic, joging, dan jalan kaki.
    2. Strength training
    Olah raga yang ditujukan untuk melatih otot-otot bagian tubuh tertentu sehingga bagian tubuh yang dilatih akan menjadi kuat. Yang termasuk kategori olah raga ini latihan mengangkat dumbel. Otot yang dilatih adalah otot-otot lengan.
    Apapun jenis olah raga yang anda pilih akan sangat bermanfaat bagi kesehatan anda sendiri.

    Hubungan antara Olahraga dan Kesehatan

    Berolah raga supaya sehat. Banyak-banyak berolah raga supaya sehat. Anjuran-anjuran manfaat olah raga bagi kesehatan seperti itu tentulah pasti sudah sering kita dengar. Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani (misalkan catur). http://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga
    Olah raga merupakan gaya hidup sehat yang harus di biasakan sejak kecil agar di masa mendatang tubuh kita menjadi sehat dan tidak gampang terkena penyakit. Karena semakin tua tubuh kita secara otomatis daya tahannya akan semakin menurun. Dengan olah raga akan menghambat penurunan daya tahan tersebut.
    1. Meningkatkan kemampuan otak kita.
    Olah raga bisa meningkatkan kadar oksigen di dalam darah kita dan mempercepat sirkulasi darah dalam tubuh kita terutama ke otak. Hal tersebut dipercaya bisa meningkatkan kemampuan otak kita.
    2. Menunda proses penuaan.
    Proses penuaan merupakan hal yang alami dan pasti terjadi, akan tetapi dengan olah raga proses tersebut bisa di kurangi lajunya.
    Dalam kehidupan manusia sekarang ini stress adalah penyakit yang sering mendatangi kita karena tekanan hidup, tekanan pekerjaan, tekanan ekonomi dan masalah-masalah kehidupan yang lain. Dengan olah raga kita bisa mengurangi kadar stress dalam kehidupan kita.
    4. Meningkatkan daya tahan tubuh kita
    Aktivitas olah raga bisa meningkatkan hormon-hormon dalam otak kita seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorfin, dimana hormon-hormon tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.
    5. Menambah rasa percaya diri
    Dengan olah raga yang teratur kita bisa mengontrol berat badan kita, sehingga kita bisa mencapai berat badan ideal dan kita memperoleh postur tubuh yang proporsional yang secara langsung bisa menambah rasa percaya diri kita.
    Dengan sedemikian banyaknya manfaat olah raga bagi kesehatan tentunya kita harus melaksanakan gaya hidup sehat ini demi kesehatan kita sendiri.

    VO2 max

    Dalam olahraga istilah VO2Max tentu bukanlah asing. Apa VO2Max itu? Kenapa atlet apabila di test VO2Max begitu takut untuk melakukan dan mengetahui hasilnya?.

    VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.

    Kita perlu ketahui juga faal dari tubuh manusia. Setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita.

    Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.

    Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.

    Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.

    Dan semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.

    Sekalipun memiliki stamina yang istimewa, atlet tetap harus memiliki penguasaan teknik cabangnya dengan baik. Sebab, dengan teknik yang baik, sang atlet akan efisien dalam bertarung. Artinya, sekalipun lawannya memiliki stamina yang istimewa, tetapi teknik pas-pasan, atlet kita yang bakal menang.

    Bagaimana mengukur VO2 max ?

    Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:
    1. melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
    2. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.


    Salah satu alat ukur VO2Max adalah metode Cooper Test, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Yakni atlet melakukan lari/jalan selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.

    Rumus sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter - 504.9) / 44.73.
    Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min
    Contoh lebih banyak dapat disimak dari halaman olahraga kompas sebagai berikut :

    Pemain Baru Persebaya
    Laporan Wartawan Kompas Ingki Rinaldi
    SURABAYA, KOMPAS - Persebaya Surabaya sampai selasa (9/1) belum kedatangan pemain asing tambahan untuk mengikuti seleksi, selain striker asal Brasil, Jocimar, yang tiba sehari sebelumnya. “Jocimar sudah mulai ikut latihan sejak Selasa (9/1) pagi,” papar Pelatih Fisik Persebaya, Stefano “Teco” Cugurra mengenai penyerang yang merupakan bagian dari sejumlah pemain Brasil yang sebelumnya didatangkan PSSI untuk dinaturalisasi kewarganegaraannya guna dijadikan pemain tim nasional itu.

    Sementara itu, kondisi fisik para pemain top di Persebaya saat ini ternyata sangat menyedihkan. Berdasarkan hasil cooper test yang dilakukan tercatat Mat Halil, Anang Ma’ruf, Bejo Sugiantoro, dan Mursyid Effendi berada di peringkat ke 13, 15, 16, dan 17 dari 23 pemain yang mengikuti tes tersebut.

    Tes yang menggunakan metode berlari dalam jarak maksimal yang bisa ditempuh 12 menit itu juga mengukur kapasitas paru-paru menampung oksigen atau besaran VO2 Max.

    Dari tes tersebut diketahui Mat Halil hanya mampu menempuh jarak 2,9 kilometer (km) dengan VO2 Max 53,4, diikuti Anang Ma’ruf yang berlari sejauh 2,88 km dengan VO2 Max 53. Padahal, standar yang setidanya dipenuhi untuk pemain di Indonesia adalah tercapainya jarak 3 km dari standar pemain di dunia internasional sejauh 3,2 km.

    Bejo hanya mampu berlari sejauh 2,82 km dengan VO2 Max 51,7 atau turun dari tes terakhir pada 13 Agustus 2005 saat ia mampu berlari 2,855 km dengan VO2 Max 52,4. Sedangkan Mursyid Effendi berlari hanya 2,815 km serta VO2 Max 51,5 atau sama saja dengan kondisinya pada saat tes terakhir.

    Pemain yang punya nilai tertingggi adalah mantan gelandang Persija, Marwal Iskandar, yang mampu berlari 3,25 km dengan VO2 Max 61,3. Hasil mengejutkan dibukukan striker gaek Reinald Pietersz yang ternyata mampu berlari sejauh 3,015 km dengan VO2 Max 56, atau setingkat di atas Uston Nawawi yang berada di urutan kedelapan dengan jarak lari 3,005 km dan VO2 Max 55,8.

    Sedangkan jarak antara Marwal hingga Reinald hanya dua pemain seleksi yakni, gelandang bertahan lokal Yuski, eks bomber Persitara dari Kamerun Boumsong JP, serta pemain lokal Nurcholis dan Aulia Tri Hartanto, serta gelandang asal Uruguay, Roberto Lopez.

    Kondisi ini ironis mengingat para pemain top yang selama ini dibanggakan sebagai ikon Persebaya itu juga menerima kontrak terbesar. Untuk musim lalu, Bejo dikontrak Rp 525 juta, diikuti Anang Ma’ruf yang dikontrak Rp 500 juta.

    Dari tes itu juga diketahui, satu pemain seleksi atas nama Gustavo Chena berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Kemampuannya yang hanya berlari sejauh 2,795 km dengan VO2 Max 51,1 menempatkannya pada urutan terakhir tes tersebut di antara para pemain non kipper.

    Padahal, Chena merupakan salah satu pemain yang masih dipertahankan Pelatih Ibnu Grahan untuk mengikuti seleksi. Ibnu yang sebelumnya sempat menentukan tinggal membutuhkan dua triker asing segera mengubah keputusannya, begitu mengetahui penampilan Chena ternyata berada di atas rata-rata.
    sumber :

    Pendidikan Jasmani


    Pengertian.

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Pendidikan jasmani (disingkat Penjas) adalah mata pelajaran untuk melatih kemampuan psikomotorik yang mulai diajarkan secara formal di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. [1]
    Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.



    Perlengkapan pengajaran pendidikan jasmani di sebuah SMA di Calhan, Colorado.
    Suasana Pendidikan Jasmani di SMA Trinitas,Bandung

    ujuan dan Fungsi Pendidikan Jasmani.
    1. Tujuan Pendidikan Jasmani:
    a. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani
    b. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama
    c. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani
    d. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani
    e. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
    f. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
    g. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
    h. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
    i. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.
    2. Fungsi Pendidikan Jasmani adalah:
    a. Aspek organik
    1) menjadikan fungsi sistem tubuh menjadi lebih baik sehingga individu dapat memenuhi tuntutan lingkungannya secara memadai serta memiliki landasan untuk pengembangan keterampilan
    2) meningkatkan kekuatan yaitu jumlah tenaga maksimum yang dikeluarkan oleh otot atau kelompok otot
    3) meningkatkan daya tahan yaitu kemampuan otot atau kelompok otot untuk menahan kerja dalam waktu yang lama
    4) meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, kapasitas individu untuk melakukan aktivitas yang berat secara terus menerus dalam waktu relatif lama
    5) meningkatkan fleksibelitas, yaitu; rentang gerak dalam persendian yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang efisien dan mengurangi cidera.
    b. Aspek neuromuskuler
    1) meningkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot
    2) mengembangkan keterampilan lokomotor, seperti; berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, melangkah, mendorong, menderap/mencongklang, bergulir, dan menarik
    3) mengembangkan keterampilan non-lokomotor, seperti; mengayun, melengok, meliuk, bergoyang, meregang, menekuk, menggantung, membongkok
    4) mengembangkan keterampilan dasar manipulatif, seperti; memukul, menendang, menangkap, berhenti, melempar, mengubah arah, memantulkan, bergulir, memvoli
    5) mengembangkan faktor-faktor gerak, seperti; ketepatan, irama, rasa gerak, power, waktu reaksi, kelincahan
    6) mengembangkan keterampilan olahraga, seperti; sepak bola, soft ball, bola voli, bola basket, baseball, atletik, tennis, beladiri dan lain sebagainya
    7) mengembangkan keterampilan rekreasi, seperti, menjelajah, mendaki, berkemah, berenang dan lainnya.
    c. Aspek perseptual
    1) mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat
    2) mengembangkan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan tempat atau ruang, yaitu kemampuan mengenali objek yang berada di: depan, belakang, bawah, sebelah kanan atau sebelah kiri dari dirinya
    3) mengembangkan koordinasi gerak visual, yaitu; kemampuan mengkoordinasikan pandangan dengan keterampilan gerak yang melibatkan tangan, tubuh, dan atau kaki
    4) mengembangkan keseimbangan tubuh (statis, dinamis), yaitu; kemampuan mempertahankan keseimbangan statis dan dinamis
    5) mengembangkan dominansi (dominancy), yaitu; konsistensi dalam menggunakan tangan atau kaki kanan/kiri dalam melempar atau menendang
    6) mengembangkan lateralitas (laterality), yaitu; kemampuan membedakan antara sisi kanan atau sisi kiri tubuh dan diantara bagian dalam kanan atau kiri tubuhnya sendiri
    7) mengembangkan image tubuh (body image), yaitu kesadaran bagian tubuh atau seluruh tubuh dan hubungannya dengan tempat atau ruang.
    d. Aspek kognitif
    1) mengembangkan kemampuan menggali, menemukan sesuatu, memahami, memperoleh pengetahuan dan membuat keputusan
    2) meningkatkan pengetahuan peraturan permainan, keselamatan, dan etika
    3) mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi
    4) meningkatkan pengetahuan bagaimana fungsi tubuh dan hubungannya dengan aktivitas jasmani
    5) menghargai kinerja tubuh; penggunaan pertimbangan yang berhubungan dengan jarak, waktu, tempat, bentuk, kecepatan, dan arah yang digunakan dalam mengimplementasikan aktivitas dan dirinya
    6) meningkatkan pemahaman tentang memecahkan problem-problem perkembangan melalui gerakan.
    e. Aspek sosial
    1) menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan dimana berada
    2) mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan dalam situasi kelompok
    3) belajar berkomunikasi dengan orang lain
    4) mengembangkan kemampuan bertukar pikiran dan mengevaluasi ide dalam kelompok
    5) mengembangkan kepribadian, sikap, dan nilai agar dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat
    6) mengembangkan rasa memiliki dan rasa diterima di masyarakat
    7) mengembangkan sifat-sifat kepribadian yang positif
    8) belajar menggunakan waktu luang yang konstruktif
    9) mengembangkan sikap yang mencerminkan karakter moral yang baik.
    f. Aspek emosional
    1) mengembangkan respon yang sehat terhadap aktivitas jasmani
    2) mengembangkan reaksi yang positif sebagai penonton
    3) melepas ketegangan melalui aktivitas fisik yang tepat
    4) memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas
    5) menghargai pengalaman estetika dari berbagai aktivitas yang relevan.